Mengapa
kau kembali? Setelah semua sikapmu yang
bahkan tak pernah berusaha untuk mempertahankan ‘kita’. Setelah aku harus
menata lagi semua yang telah kau hancurkan begitu saja, dalam diam. Setelah kau
hempaskan aku, tepat disaat aku berada dipuncak tertinggi dalam angan
tentangmu. Setelah, akhirnya aku kini menemukan sosok lain yang dengan gigihnya
mempertahankan ‘kami’, sekalipun keadaan itu sangat sulit.
Dia,
sosok lain itu kini telah menempati ruangmu dihatiku. Dia, yang mempunyai
sejuta kejutan dalam dirinya yang takkan pernah berhenti membuatku terpesona.
Dia, yang secara tidak langsung selalu mengingatkanku tentangmu, tentang cerita
kita yang bahkan harus berakhir sebelum adanya permulaan.
Dan
kini, kau kembali. Tak mengertikah kau, seberapa kerasnya aku berusaha
melupakanmu. Dan bahkan ketika aku sudah menemukan pelabuhan hati yang lain,
kau masih saja dengan mudahnya mampu menggoyahkan kapalku, dengan semua ombakmu
untuk menuntunku kembali ke pelabuhanmu.
Mungkin
aku yang salah, tak pernah benar-benar memadamkan api diantara kita. Atau kita
yang pantas dipersalahkan, karena memulai sebuah kisah tabu yang akhirnya
selalu berhasil menjebakku bersama semua kenanganmu. Dan hatimu, masihkah ada
sosokku didalam sana? Atau hanya aku yang membiarkan angan terliarku mengambil alih,
seolah kau akan benar-benar menarikku kembali ke dalam nyamannya kita
dulu.
No comments:
Post a Comment